Archive for the ‘Town Square’ Category
Tampil Lebih Memikat Dengan Brand Baru Computer Square Be Mall
Bandung kini memiliki landmark baru yang menjadi tempat dilangsungkannya berbagai kegiatan ICT yaitu di Be Mall. Mall yang berada di lokasi strategis Jl. Naripan / Jl. Veteran Bandung ini menerapkan konsel satu atap untuk ICT. Konsep satu di Be Mall mencakup berbagai kegiatan yang bisa diselenggarakan seputar ICT seperti pameran, seminar, workshop, pelatihan, kompetisi dan lain-lainnya. Be Mall terbukti sukses sebagai tempat untuk diselenggarakannya berbagai kegiatan ICT, bahkan yang tidak berhubungan dengan ICT seperti kegiatan otomotif dan kesenian juga sukses digelar.
Untuk semakin meningkatkan kepuasan layanan kepada pengunjung, Be Mall akan tampil lebih fresh dan memikat dengan menggunakan brand baru, Computer Square Be Mall. Brand tersebut akan semakin mengukuhkan keberadaan Be Mall sebagai IT Center di Bandung dan sekitarnya. Untuk itu, di tahun 2008 ini berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ICT akan diselenggarakan di Computer Square Be Mall. Dukungan juga datang dari berbagai pihak seperti forum pengusaha komputer, pemerintah, asosiasi dan stakeholder untuk memajukan ICT dengan membuka layanan di Computer Square Be Mall.
Dukungan dari Forum Pengusaha Komputer
Pengusaha-pengusaha komputer di Bandung yang tergabung dalam organisasi FORKKOM (Forum Komunikasi pedagang Komputer) antusias dengan brand baru Computer Square Be Mall. Hal ini diungkapkan oleh Efrizal, SE, Ketua Umum Forkkom, yang juga menyatakan akan mendukung pameran komputer di Computer Square Be Mall. “Pameran-pameran komputer seperti MBC, FKI, BLIX, Bandung Comtech dan lainnya yang diselenggarakan di Be Mall ini menjadi peluang usaha menguntungkan bagi pengusaha komputer di Bandung. Forkkom berkomitmen mendukung dan memajukan Be Mall sebagai satu-satunya Mall ICT di Bandung dengan konsep satu atap, hal ini penting bagi kemajuan ICT di Bandung khususnya dan Indonesia pada umumnya” ujar Efrizal penuh semangat.
Efrizal menerangkan bahwa untuk selanjutnya FORKKOM akan mendukung Computer Square Be Mall untuk terus melakukan upaya dan strategi mengembangkan mall. “Kualitas dan keunikan berbagai produk yang ditawarkan di Computer Square Be Mall merupakan nilai lebih bagi konsumen,” tambah Efrizal.
Dukungan dari Pemerintah, Asosiasi dan Stakeholder
Computer Square Be Mall dipandang cukup representatif sebagai tempat untuk memajukan ICT di Bandung sehingga mendapat dukungan dari stakeholder dan pemerintah. Kementerian Ristek menempatkan IGOS Center Bandung di Computer Square Be Mall sebagai tempat inkubasi pengembang Open Source di Bandung. Lewat I2TB (Inkubator Inovasi Telematika Bandung), Depkominfo berusaha memajukan pengembang software dan juga industri kreatif. Ir. Lolly Amalia Abdullah, Msc., Direktur Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten Depkominfo, menandaskan bahwa untuk tahun 2008 Depkominfo menganggarkan biaya sebesar Rp. 1,5 milyar untuk inkubator ini. “Tahun pertama ini merupakan ujian bagi kami apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak. Untuk itu kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu bekerja sama dengan yang pihak lain sesama departemen maupun swasta. Kalau kita memiliki pemikiran yang sama atau tujuan yang sama, saya yakin kita akan bisa semakin berkembang,” jelas Lolly Amalia.
Selain pemerintah, dari kalangan pendidikan perguruan tinggi yaitu Aptikom (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika & Komputer) akan membuka sekretariat NEXT (National E-learning X-change Technology) di Computer Square Be Mall. Saat ini, beberapa vendor ICT terkemuka sudah membuka layanan di Computer Square Be Mall seperti XL Center, Nokia Center, Canon Showroom & Service Center, Sony Vaio Showroom, BenQ Showroom, Apple Showroom, Acer Point, Microsoft Showroom.
Semarak dengan Berbagai Ajang ICT
Tahun 2008, Computer Square Be Mall Bandung ramai dengan berbagai kegiatan ICT, terbukti beberapa acara sudah diagendakan untuk diselenggarakan. Ajang ICT di Computer Square Be Mall yang digelar sepanjang tahun 2008 antara lain Be Mall Chinese New Year Sale tanggal 25 Januari – 23 Februari 2008, Mega Bazaar Computer (MBC) XIII tanggal 12-16 Maret 2008, Electronic Sport World Cup (ESWC) tanggal 28 – 30 Maret 2008, Bandung Lifestyle IT Expo (BLIX) tanggal 3-7 Mei 2008, Festival Komputer Indonesia (FKI) 2008 tanggal 11-15 Juni 2008 dan Bandung Comtech 2008 tanggal 12-16 November 2008.
Bagi pecinta gadget atau yang membutuhkan belanja TI, pameran komputer merupakan agenda penting karena bisa mengetahui berbagai produk terbaru dengan harga lebih murah. MBC, BLIX, FKI dan Bandung Comtech bisa menjadi pilihan utama warga Bandung dan sekitarnya di sepanjang 2008 ini. Industri game juga meningkat pesat, untuk itu digelar berbagai kompetisi untuk menguji ketangguhan mania game. Kompetisi game tingkat dunia akan digelar di Computer Square Be Mall seperti ESWC, menyusul World Game Tournament (WGT) dan World Cyber Game (WCG) di waktu selanjutnya. Pameran produk selular pun rencana akan digelar di Computer Square Be Mall menghadirkan kecanggihan handphone terkini. Selamat menikmati ‘atmosfir’ ICT di Computer Square Be Mall Bandung. •BAMBANG
Tangerang Segera Miliki Pusat Bisnis
Tangerang – Dalam waktu dekat Kota Tangerang akan memiliki pusat bisnis atau central business district (CBD)yang terintegrasi setelah diluncurkannya pembangunan superblok Tangerang City.
Pembangunan pusat bisnis ini diharapkan akan menjadi ikon pusat bisnis di Kota Tangerang.
Kawasan bisnis yang dibangun di areal seluas 10 hektar yang terdiri dari kondominium sebanyak 1.500 unit, sebuah mall seluas 50.000 meter persegi, hotel bintang empat dengan kapasitas 250 kamar, convention hall dan ruko kelas premium lima lantai 190 unit dan lain-lain.
Rencananya lama pembangunan keseluruhan akan selesai selama 2 tahun pada Mei 2010, sedangkan untuk ruko premium akan selesai selama 8 bulan dengan menelan biaya Rp 1 triliun.
Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur PT Pancakarya Griyatama Ian Wisan, selaku pengembang Tangerang City dalam jumpa pers ground breaking Tangerang City, di Tangerang, Minggu (6/4/2008).
“Pembangunan pusat bisnis ini, akan menjadi kebanggaan bagi Kota Tangerang dan bisa menjadi pendorong kegiatan bisnis karena letaknya strategis, ” katanya.
Sementara itu pakar properti Panangian Simanungkalit mengatakan pembangunan pusat bisnis ini bisa berdampak dalam peningkatan tenaga kerja di Tangerang, gaya hidup dan lain-lainnya. “Ini terbosan pertama untuk pembangunan superblok di kota Tangerang, ” ujar Panangian.
Hingga kini Tangerang memiliki potensi pembangunan 7 proyek kota baru yang mencakup Bintaro, Serpong, Ciputat, Tigaraksa, Pasar Kemis, Karawaci dan Cikokol.
Dengan potensi lahan seluas 19.980 hektar termasuk rencana proyek pembangunan rumah 269.812 unit.
Re-Opening Giant Hypermarket Serpong Town Square?
Sudah beberapa minggu ini, jika anda sering melintas Jalan Tol Jakarta-Tangerang, anda akan melihat sign board Giant Hypermarket yang menyala lagi di Serpong Town Square.
Apakah ini pertanda Giant Hypermarket akan buka lagi di Setos?
Serpong Town Square atau yang lebih dikenal dengan Setos, sekarang ini mengalami hal yang menyedihkan. Di awal pembukaannya, Setos mempunyai Anchor Tenant seperti Giant Hypermarket, Electronic Solution.
Tapi hal ini tidak berlangsung lama. Satu persatu tenant utama itu menutup outletnya di Setos lantaran sepi pengunjung. Meskipun konon keduanya tidak mengeluarkan uang sewa untuk kehadirannya di Setos.
Setos dijuluki Mall kuburan lantaran sepinya pengunjung. Apakah hal ini lantaran kalah bersaing dengan Carrefour Cikokol yang terletak tidak jauh dari sana? Tidak lama setelah Carrefour Cikokol hadir, Alfa Cikokol yang merupakan cabang terbesar Alfa pun tutup, dan akhirnya Alfa nya sendiri malah dibeli Carrefour.
Faktor lain, adalah tingkat persaingan yang semakin tinggi di sekitar kawasan itu. Jika kita perhatikan mulai dari pintu tol Tangerang hingga Serpong, sudah berdiri beberapa tempat belanja. Mulai dari WTC Matahari dengan Hypermart, Summarecon Mal Serpong dengan Fresh Marketnya, Makro, Giant, dst.
Selain itu, konon sepinya pengunjung Setos lantaran tidak ada Angkot yang ngetem di sekitar kawasan itu. Sebelumnya daerah yang dikenal sebagai tempat ngetemnya Angkot nyari penumpang. Dan situasi itu sekarang sudah tidak ada lagi.
Perlu usaha keras untuk menarik pengunjung ke Setos. Persaingan yang keras diantara pusat perbelanjaan yang lain, daya beli masyarakat yang masih diragukan terutama di daerah Tangerang dan sekitarnya, dan kombinasi tenant di Mall itu sendiri.
Dengan dibukanya kembali Giant di Setos, sebenarnya pertanda bahwa pengelola Setos pun berbuat sesuatu, meskipun hasilnya masih dapat dipertanyakan di kemudian hari. Kita tunggu saja.