Berita Retail

Re-Opening Giant Hypermarket Serpong Town Square?

with one comment

Persaingan yang ketat di industri retail (Mass Merchant, Retail Property), mulai membawa korban terutama di Jakarta. Tidak sedikit pemain yang menyingkir dari Jakarta, atau lempar handuk putih sekalian alias menyerah. Bagaimana dengan Serpong Town Square?

Sudah beberapa minggu ini, jika anda sering melintas Jalan Tol Jakarta-Tangerang, anda akan melihat sign board Giant Hypermarket yang menyala lagi di Serpong Town Square.

Apakah ini pertanda Giant Hypermarket akan buka lagi di Setos?

Serpong Town Square atau yang lebih dikenal dengan Setos, sekarang ini mengalami hal yang menyedihkan. Di awal pembukaannya, Setos mempunyai Anchor Tenant seperti Giant Hypermarket, Electronic Solution.

Tapi hal ini tidak berlangsung lama. Satu persatu tenant utama itu menutup outletnya di Setos lantaran sepi pengunjung. Meskipun konon keduanya tidak mengeluarkan uang sewa untuk kehadirannya di Setos.

Setos dijuluki Mall kuburan lantaran sepinya pengunjung. Apakah hal ini lantaran kalah bersaing dengan Carrefour Cikokol yang terletak tidak jauh dari sana? Tidak lama setelah Carrefour Cikokol hadir, Alfa Cikokol yang merupakan cabang terbesar Alfa pun tutup, dan akhirnya Alfa nya sendiri malah dibeli Carrefour.

Faktor lain, adalah tingkat persaingan yang semakin tinggi di sekitar kawasan itu. Jika kita perhatikan mulai dari pintu tol Tangerang hingga Serpong, sudah berdiri beberapa tempat belanja. Mulai dari WTC Matahari dengan Hypermart, Summarecon Mal Serpong dengan Fresh Marketnya, Makro, Giant, dst.

Selain itu, konon sepinya pengunjung Setos lantaran tidak ada Angkot yang ngetem di sekitar kawasan itu. Sebelumnya daerah yang dikenal sebagai tempat ngetemnya Angkot nyari penumpang. Dan situasi itu sekarang sudah tidak ada lagi.

Perlu usaha keras untuk menarik pengunjung ke Setos. Persaingan yang keras diantara pusat perbelanjaan yang lain, daya beli masyarakat yang masih diragukan terutama di daerah Tangerang dan sekitarnya, dan kombinasi tenant di Mall itu sendiri.

Dengan dibukanya kembali Giant di Setos, sebenarnya pertanda bahwa pengelola Setos pun berbuat sesuatu, meskipun hasilnya masih dapat dipertanyakan di kemudian hari. Kita tunggu saja.

Written by brammantya kurniawan

July 24, 2008 at 11:00 am

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. July 24, 2003 at 11:00 am
    Re-Opening Matahari Supermarket Sultan Plaza?
    Persaingan yang ketat di industri retail (Mass Merchant, Retail Property), mulai membawa korban terutama di Bandung. Tidak sedikit pemain yang menyingkir dari Jakarta, atau lempar handuk putih sekalian alias menyerah. Bagaimana dengan Sultan Plaza Cihampelas?

    Sudah beberapa minggu ini, jika anda sering melintas Jalan Raya Cihampelas, anda akan melihat sign board Matahari Supermarket yang menyala lagi di Sultan Plaza.

    Apakah ini pertanda Marketplace Matahari akan buka lagi di Sultan Plaza?

    Sultan Plaza atau yang lebih dikenal dengan Setos, sekarang ini mengalami hal yang menyedihkan. Di awal pembukaannya, Sultan Plaza mempunyai Anchor Tenant seperti Matahari, Rumah Matahari, Gramedia 21 Cineplex.

    Tapi hal ini tidak berlangsung lama. Satu persatu tenant utama itu menutup outletnya di Sultan Plaza lantaran sepi pengunjung. Meskipun konon keduanya tidak mengeluarkan uang sewa untuk kehadirannya di Sultan Plaza.

    Sultan Plaza dijuluki Mall kuburan lantaran sepinya pengunjung. Apakah hal ini lantaran kalah bersaing dengan Hero Flamboyan yang terletak tidak jauh dari sana? Tidak lama setelah Hero Setiabudi hadir, Tops Setiabudi yang merupakan cabang terbesar Tops pun tutup, dan akhirnya Tops nya sendiri malah dibeli Hero.

    Faktor lain, adalah tingkat persaingan yang semakin tinggi di sekitar kawasan itu. Jika kita perhatikan mulai dari Dago, Lembang hingga Cihambeluit, sudah berdiri beberapa tempat belanja. Mulai dari Premier Plaza dengan Premier, Cihampelas Walk (CiWalk) dengan Yogyanya, Borma, Griya, Setibudi Supermarket, dst.

    Selain itu, konon sepinya pengunjung Sultan Plaza lantaran tidak ada Angkot yang ngetem di sekitar kawasan itu. Sebelumnya daerah yang dikenal sebagai tempat ngetemnya Angkot nyari penumpang. Dan situasi itu sekarang sudah tidak ada lagi.

    Perlu usaha keras untuk menarik pengunjung ke Sultan Plaza. Persaingan yang keras diantara pusat perbelanjaan yang lain, daya beli masyarakat yang masih diragukan terutama di daerah Bandung dan sekitarnya, dan kombinasi tenant di Mall itu sendiri.

    Dengan dibukanya Marketplace Matahari di Sultan Plaza, sebenarnya pertanda bahwa pengelola Setos pun berbuat sesuatu, meskipun hasilnya masih dapat dipertanyakan di kemudian hari. Kita tunggu saja.

    Didit

    January 16, 2010 at 9:52 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: