Berita Retail

Pasar Properti Ritel Alami Kejenuhan

leave a comment »

Jakarta – Pasar properti ritel yang terdiri dari pusat perbelanjaan, ruko dan kios sedang mengalami tahap kejenuhan. Indikatornya selama 5 tahun terakhir pasokan meningkat, sementara tingkat huniannya terus merosot.

Demikian disampaikan Senior Manager Procon Utami Prastiana dalam paparan di PT Procon Indah, gedung BEI, Kawasan Niaga Sudiman, Jakarta, Selasa (5/2/2008).

“Pada tahun 2003, ketersediaan properti ritel di Jakarta ada pada kisaran 1,6 juta sqm dengan tingkat hunian rata-rata sebesar 91,2%. Secara berangsur-angsur jumlah ketersediannya meningkat namun tingkat huniannya terus menurun. Pada tahun 2007 ketersediannya mencapai 2,84 juta sqm, sementara tingkat huniannya menjadi 78,1%,” ujar Utami. Utami menjelaskan, penyerapan properti ritel khususnya di Jakarta dari tahun ke tahun lebih kepada pusat perbelanjaan sewa. Sedangkan pusat perbelanjaan strata-title cenderung mengalami penurunan.

“Pada tahun 2007, pasar ritel Jakarta menyerap 245.300 sqm. Itu merupakan penyerapan
tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir. Namun, ini lebih karena munculnya pusat-pusat
perbelanjaan skala besar. Sementara properti ritel kecil cenderung menurun,” ungkap
Utami.

Sementara di kawasan Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek), tingkat
ketersediaannya juga berangsur-angsur meningkat. Pada tahun 2003, ketersediaannya
hampir mencapai 600 ribu sqm, pada 2007 menjadi 1,11 juta sqm.

“Namun, di Bodetabek rata-rata tingkat huniannya cenderung fluktuatif. Pada tahun
2003 sebesar 70%, 2004 naik menjadi hampir 82%. Pada 2005 dan 2006 menurun lagi ke
72%, tapi pada 2007 naik lagi menjadi 79%,” jelas Utami.

Nasib properti ritel di kawasan Bodetabek juga hampir sama dengan Jakarta. Tingkat penyerapan terhadap ketersediaan properti ritel cenderung diselamatkan oleh munculnya pusat-pusat grosir besar.
“Di 2007, penyerapan properti ritel di Bodetabek yang cukup besar, didorong oleh munculnya pusat-pusat grosir besar,” ungkap Utami.

Jika digabungkan, maka total ketersediaan properti ritel di Jabodetabek mencapai 3,95 juta sqm, atau tumbuh 10,4% dari tahun sebelumnya.

“Dalam 2 tahun mendatang, diperkirakan akan terjadi penambahan ketersediaan pasokan properti ritel di Jabodetabek sebesar 581,9 ribu sqm. Proporsi pusat perbelanjaan di Jakarta sebesar 82,6% dan sisanya di bodetabek,” papar Utami.

Pasokan ritel terbaru di Jakarta berasal dari Mall of Indonesia di Kelapa Gading, Rasuna Epicentrum, Pluit Junction, dan Emporium Pluit Mall. Sementara di Bodetabek adalah Bekasi Square, Technoworld Bogor dan Merdeka Square Tangerang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: